Betulkah Forex Lebih Berisiko Dari Pada Saham?
![]() |
| Forex vs Saham |
Kali ini kita akan menyajikan
tulisan yang membahas tentang 2 instrument Investasi yang sedang viral baik di
media social online ataupun ofline, yaitu Forex dan Saham.. Sebenarnya
masih ada banyak instrument investasi selain kedua tersebut, misalnya Reksadana,
Obligasi, Deposito, Unit link, dan sebagainya. Namun yang lebih viral dari itu
semua hanya dua yaitu Forex dan Saham.
Di Dunia Trading saat ini, Forex dan Saham sama-sama memiliki "kelebihan" dibandingkan dengan Instrument investasi lainnya, yaitu Potensi Profit yang Sangat tinggi ( High Profit ). tentu saja Potensi Resikonya juga menyertai.
Nah sekarang kalau dilihat dari sisi Resiko, Banyak orang / masyarakat berkata Forex itu menyeramkan, lebih membikin stress, Banyak yang bangkrutnya dan lebih beresiko, dan katanya lebih banyak negatifnya, di bandingkan dengan Saham..
Menurut kami, anggapan itu hanyalah sebuah PERSEPSI / ASUMSI ... Kenyataannya TIDAK !! Forex itu sebenarnya bisa dibuat Low Risk, lebih aman, dan bisa dijalankan dengan hati tenang..
Kami sudah lama berada di Forex kurang lebih sekitar 7 tahunan, Selama ini pula account terjaga dengan baik, equity berkembang dengan baik dan resiko tetap terkontrol. Justru sekarang kalau menurut kami, Forex tidak beresiko ( Kalau mengerti caranya ).
Justru Saham lebih beresiko karena "bisa di goreng", Pergerakan harganya bisa tidak beraturan. Karena Market Capitalnya tidak sebesar Forex, ada pihak-pihak yang punya dana besar yang dapat menggerakkan Pasar demi kepentingan pribadi.
Saham hanya mengacu pada kapitalisasi suatu perusahaan, Hanya 1 negara / 1 perusahaan saja. Tentu Market Value hanya sebesar itu saja. Google saja sebagai perusahaan digital raksasa dunia, Market Value nya "hanya" sekitar 500 milyar Dollar. Jika dibandingkan dengan Market Forex dengan nilai transaksi $5Trilyun / hari.
Kalau Forex, pelakunya adalah Bank-bank di seluruh Dunia.. Jauh lebih sulit "digoreng" pergerakan harganya lebih transparan, dan apa adanya karena hukum penawaran dan permintaan yang terjadi di pasar dunia.
Forex ( Currency Commodity ) merupakan "darah" bagi roda ekonomi dunia. Siapa pengguna US Dollar? Euro? Pounsterling? Tidak hanya orang dari negara eropa saja bukan? Tidak hanya trader forex kan? Tetapi seluruh dunia menggunakan mata uang tersebut untuk aktivitas berbisnis.
Market forex tetap bisa digoreng, tapi lebih sulit karena market capitalnya jauh lebih besar. Ibaratnya, menggerakkan ombak air di laut/Samudra itu LEBIH SULIT dibandingkan ombak air di kolam renang.
Namun daripada kita terlalu pusing tentang instrument mana lebih beresiko, mana yang tidak beresiko. Pada akhirnya kembali kepada pribadi masing-masing. Pengetahuan menjadi kunci utama.
Bukan dimana tempat berenang, namun bisa berenang atau tidak? Bagaimana kemampuan berenangnya? Ini lebih penting.
Berenang di kolam atau di laut, jika tidak memiliki "Ilmu berenang" yang baik, maka menjadi SANGAT BERESIKO untuk tenggelam.
Demikian lah perbedaan antara Forex dan Saham, semoga dapat memberikan wawasan dan pencerahan bagi pembaca agar tidak "salah persepsi" terhadap Forex..
Silahkan SHARE Jika Bermanfaat.
SALAM PROFIT KONSISTEN dan OPTIMAL.
Di Dunia Trading saat ini, Forex dan Saham sama-sama memiliki "kelebihan" dibandingkan dengan Instrument investasi lainnya, yaitu Potensi Profit yang Sangat tinggi ( High Profit ). tentu saja Potensi Resikonya juga menyertai.
Nah sekarang kalau dilihat dari sisi Resiko, Banyak orang / masyarakat berkata Forex itu menyeramkan, lebih membikin stress, Banyak yang bangkrutnya dan lebih beresiko, dan katanya lebih banyak negatifnya, di bandingkan dengan Saham..
Menurut kami, anggapan itu hanyalah sebuah PERSEPSI / ASUMSI ... Kenyataannya TIDAK !! Forex itu sebenarnya bisa dibuat Low Risk, lebih aman, dan bisa dijalankan dengan hati tenang..
Kami sudah lama berada di Forex kurang lebih sekitar 7 tahunan, Selama ini pula account terjaga dengan baik, equity berkembang dengan baik dan resiko tetap terkontrol. Justru sekarang kalau menurut kami, Forex tidak beresiko ( Kalau mengerti caranya ).
Justru Saham lebih beresiko karena "bisa di goreng", Pergerakan harganya bisa tidak beraturan. Karena Market Capitalnya tidak sebesar Forex, ada pihak-pihak yang punya dana besar yang dapat menggerakkan Pasar demi kepentingan pribadi.
Saham hanya mengacu pada kapitalisasi suatu perusahaan, Hanya 1 negara / 1 perusahaan saja. Tentu Market Value hanya sebesar itu saja. Google saja sebagai perusahaan digital raksasa dunia, Market Value nya "hanya" sekitar 500 milyar Dollar. Jika dibandingkan dengan Market Forex dengan nilai transaksi $5Trilyun / hari.
Kalau Forex, pelakunya adalah Bank-bank di seluruh Dunia.. Jauh lebih sulit "digoreng" pergerakan harganya lebih transparan, dan apa adanya karena hukum penawaran dan permintaan yang terjadi di pasar dunia.
Forex ( Currency Commodity ) merupakan "darah" bagi roda ekonomi dunia. Siapa pengguna US Dollar? Euro? Pounsterling? Tidak hanya orang dari negara eropa saja bukan? Tidak hanya trader forex kan? Tetapi seluruh dunia menggunakan mata uang tersebut untuk aktivitas berbisnis.
Market forex tetap bisa digoreng, tapi lebih sulit karena market capitalnya jauh lebih besar. Ibaratnya, menggerakkan ombak air di laut/Samudra itu LEBIH SULIT dibandingkan ombak air di kolam renang.
Namun daripada kita terlalu pusing tentang instrument mana lebih beresiko, mana yang tidak beresiko. Pada akhirnya kembali kepada pribadi masing-masing. Pengetahuan menjadi kunci utama.
Bukan dimana tempat berenang, namun bisa berenang atau tidak? Bagaimana kemampuan berenangnya? Ini lebih penting.
Berenang di kolam atau di laut, jika tidak memiliki "Ilmu berenang" yang baik, maka menjadi SANGAT BERESIKO untuk tenggelam.
Demikian lah perbedaan antara Forex dan Saham, semoga dapat memberikan wawasan dan pencerahan bagi pembaca agar tidak "salah persepsi" terhadap Forex..
Silahkan SHARE Jika Bermanfaat.
SALAM PROFIT KONSISTEN dan OPTIMAL.
Ditulis Oleh Sony Wijaya.
Professional
Trader, Investor & Coach
di dunia Trading dan Investasi Forex.

0 Response to "Betulkah Forex Lebih Berisiko Dari Pada Saham?"
Post a Comment