Rezeki dikejar Semakin Buyar, Rezeki Disyukuri Semakin Bertambah

maqonsae ~ salah satu judul film di tv swasta "Dikejar Rezeki"
Apakah rezeki itu rahasia? Apakah rezeki itu memiliki dan menyimpan rahasia tentang dirinya? Sesungguhnya rezeki itu telah menampakkan dirinya secara terbuka dan menyatakan karakter dirinya secara jelas melalui kisah, berita dan kejadian tentangnya. Namun ternyata masih banyak juga yang bertanya tentang rahasia rezeki. Ternyata, sesuatu yang terlalu nyata itu tetap saja diduga menyimpan rahasia. Maka laris manislah seminar dan pelatihan rahazia rezeki dan rahasia kaya.

Mari hari ini kita berbincang kecil saja dan merujuk pada kisah kecil saja, namun memiiki implikasi besar. Umar bin Khattab, sahabat Nabi Muhammad yang terkenal tegas, keras namun dermawan itu, berkata: "Di antara seorang hamba dengan rezekinya itu sesungguhnya ada hijab (penghalang). Jika hamba itu ridla atas apa yang telah diterimanya dan menganggapnya cukup maka rezeki lainnya akan datang padanya."

Baca ulang lagi dan renungi,  untaian kalimat hikmah Sayyidina Umar di atas. Kalimat tersebut adalah potongan kalimat yang indah yang menyadarkan kita bahwa rezeki itu unik, dikejar semakin buyar dan lari, diterima dengan tulus malah memanggil-manggil teman-temannya lalu datang silih berganti tanpa henti. Catat bahwa rezeki itu maknanya luas, tidak terbatas pada urusan uang semata,  kesehatan juga rezeki dan lain sebagainya.

Kelegaan hati untuk tersenyum atas rezeki yang diterima memiliki power luar biasa untuk menarik rezeki lainnya untuk datang. Sementara merengut dan mengeluh terus atas rezeki yang ada adalah salah satu bentuk pengusir rezeki yang sudah diterima. Rupanya, Allah sang pemberi rizki menginginkan kita untuk senantiasa bersyukur dan bersyukur serta berhenti dari mengeluh dan mengeluh.

Sambutlah dengan senyuman semua rezeki yang kita terima. Sedikit atau banyak itu hanyalah masalah ukuran atau timbangan. Pemberinya adalah sama, yakni Allah SWT. Mengeluhkan rezeki adalah mengeluhkan Ar-Razzaaq, Sang Pemberi Rezeki. Mensyukurinya adalah memujiNya akan kebaikan dan kedermawananNya. Kita saja jika dipuji dan diapresiasi akan bahagia dan siap untuk berbuat lebih banyak dan lebih baik lagi. Sementara jika selalu dikritik dan disalahkan, pastilah kita enggan untuk berbuat lebih dari apa yang sudah dilakukan.

Pandai-pandailah bersyukur. Katakan Al-Hamdu Lillah atas semua yang kita dapatkan. Bukankah Allah sendiri yang berjanji: "Kalau kalian bersyukur, niscaya sungguh Aku tambahkan untuk kalian." Syukurilah rezeki harta, syukurilah rezeki ilmu, syukurilah rezeki sehat, syukurilah rezeki relasi, syukurilah rezeki famili, syukurilah semuanya. Penuhi langit dengan syukurmu, maka Allah akan penuhi dirimu dengan rezekiNya.

Semakin dirimu pandai mensyukiri apa yang ada dan apa yang sudah di dapat maka dirimu akan mendapatkan tambahan rezeki yang sudah ada dan juga mendapatkan sesuatu rezeki yang selama ini belum dirimu dapatkan dan belum dirimu rasakan.

0 Response to "Rezeki dikejar Semakin Buyar, Rezeki Disyukuri Semakin Bertambah"

Post a Comment