Cara Mendidik Anak Ala Kiai

Ilustrasi, Anak belajar menulis
Menjadi orang tua yang baik untuk anak-anaknya adalah sebuah keharusan dan keniscayaan, karna dengan perilaku orang tua yang baik tentunya akan berimbas baik pula kepada anak-anaknya, banyak para kiai memiliki cara yang unik dalam mendidik anak-anak mereka, yang tidak lazim dengan masyarakat kebanyakan, bukannya status yang membedakan para kiai dengan masyarakat biasa, namun bagusnya prilaku ulama kepada anak-anaknya, semisal anak-anaknya para Kiai kebanyakan nakalnya bukan kepalang, tapi banyak para kiai yang dengan sabar dan telaten dalam menghadapi kenakalan anak-ananknya, tak jarang putra-putra membikin ulah yang menjengkelkan, orang tuanya atau kepada masyarakat disekitarnya, yang diperbuat para kiai hanya selalu mendoakan agar putra-putri mereka menjadi sosok alim dan dekat dengan Allah, terus menerus tiada hentinya, tak jarang para kiai setiap bertemu dengan orang lain baik itu ulama atau orang biasa, selalu meminta didoakan putra-putri mereka agar menjadi orang baik.

Banyak putra-putri kiai yang pada masa kecilnya sangat nakal dan bandel, namun saat beranjak dewasa menjadi sosok yang alim dan khusyuk. Tatkala mereka ditanya seseorang tentang amalannya apa, sehingga menjadi orang baik dan jauh berbeda pada masa kecilnya, mereka rata-rata menjawab -kurang lebihnya- begini: "Sing telaten ndungakno sing apik gawe anakmu, nyuwun ke Gusti Allah supoyo dadi wong sholeh”. (Yang telaten mendoakan baik untuk anak-anankmu, agar menjadi anak yang baik dan sholeh)."

Banyak kisah-kisah para kiai yang mendidik putra-putri mereka yang dapat kita ambil pelajaran dan mencontoh cara mendidik putra-putri mereka, terutama orang tua (khususnya ibu) yang mendidik dengan berdoa dan kasih sayang, karna doa orang tua adalah segala-galanya untuk putra-putrinya. Seburuk dan sejelek apapun yang dilakukan anak-anak kita, merupakan ujian yang harus dilalui dengan sabar dan ikhlas. Sebab bila sekali saja orang tua berucap sumpah-serapah yang tidak baik, maka akan berimbas kurang baik kepada anak-anaknya.

Nasehat Gus Miek “Bahwa di era sekarang (sebelum beliau wafat 1993), sudah tidak tepat bila ada kekerasan terhadap anak. Tips untuk melunakkan hati putra-putri kita adalah dengan mujahadah atau qiyamullail. Dan setiap selesai shalat lima waktu selalu mendoakan anak keturunan kita…”. Oleh karena itu, dalam Majlis Semaan Al-quran, Gus Miek selalu berpesan "quu anfusakum wa ahlikum naaro" (jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka). Nasehat ini merupakan ajakan/ sikap kasih sayang, dengan cara bermunajah doa untuk keluarga.

Lalu pertanyaan sekarang adalah bagaimana dengan orang tua tempo dulu yang sering menghukum anak-anaknya dengan pukulan, dan kekerasan?! Buktinya banyak yang sukses jadi "tokoh", padahal orang tuanya galak.???

Husnudzon saya, Segalak-galaknya orang tua dulu tetaplah berdoa yang terbaik untuk anak-ananknya. Mungkin, ada yang pernah diikat, dikunci dalam kamar, di pukul menggunakan gagang sapu, namun itu semua tetap diimbangi dengan doa penuh kebaikan yang tulus untuk anaknya, dan Marahnya orang dulu penuh dengan Kasih Sayang yang Ikhlas.


Wallaahu a’lam

0 Response to "Cara Mendidik Anak Ala Kiai"

Post a Comment