Cara Mendidik Anak Ala Kiai
![]() |
| Ilustrasi, Anak belajar menulis |
Menjadi orang tua yang baik untuk
anak-anaknya adalah sebuah keharusan dan keniscayaan, karna dengan perilaku
orang tua yang baik tentunya akan berimbas baik pula kepada anak-anaknya, banyak
para kiai memiliki cara yang unik dalam mendidik anak-anak mereka, yang tidak
lazim dengan masyarakat kebanyakan, bukannya status yang membedakan para kiai
dengan masyarakat biasa, namun bagusnya prilaku ulama kepada anak-anaknya,
semisal anak-anaknya para Kiai kebanyakan nakalnya bukan kepalang, tapi banyak
para kiai yang dengan sabar dan telaten dalam menghadapi kenakalan
anak-ananknya, tak jarang putra-putra membikin ulah yang menjengkelkan, orang
tuanya atau kepada masyarakat disekitarnya, yang diperbuat para kiai hanya
selalu mendoakan agar putra-putri mereka menjadi sosok alim dan dekat dengan
Allah, terus menerus tiada hentinya, tak jarang para kiai setiap bertemu dengan
orang lain baik itu ulama atau orang biasa, selalu meminta didoakan putra-putri
mereka agar menjadi orang baik.
Banyak putra-putri kiai yang pada
masa kecilnya sangat nakal dan bandel, namun saat beranjak dewasa menjadi sosok
yang alim dan khusyuk. Tatkala mereka ditanya seseorang tentang amalannya apa,
sehingga menjadi orang baik dan jauh berbeda pada masa kecilnya, mereka
rata-rata menjawab -kurang lebihnya- begini: "Sing telaten ndungakno
sing apik gawe anakmu, nyuwun ke Gusti Allah supoyo dadi wong sholeh”.
(Yang telaten mendoakan baik untuk anak-anankmu, agar menjadi anak yang baik
dan sholeh)."
Banyak kisah-kisah para kiai yang
mendidik putra-putri mereka yang dapat kita ambil pelajaran dan mencontoh cara
mendidik putra-putri mereka, terutama orang tua (khususnya ibu) yang mendidik dengan berdoa dan kasih sayang, karna doa orang tua adalah
segala-galanya untuk putra-putrinya. Seburuk dan sejelek apapun yang
dilakukan anak-anak kita, merupakan ujian yang harus dilalui dengan sabar dan ikhlas. Sebab
bila sekali saja orang tua berucap sumpah-serapah yang tidak baik, maka akan
berimbas kurang baik kepada anak-anaknya.
Nasehat Gus Miek “Bahwa di era
sekarang (sebelum beliau wafat 1993), sudah tidak tepat bila ada kekerasan
terhadap anak. Tips untuk melunakkan hati putra-putri kita adalah dengan
mujahadah atau qiyamullail. Dan setiap selesai shalat lima waktu selalu
mendoakan anak keturunan kita…”. Oleh karena itu, dalam Majlis Semaan
Al-quran, Gus Miek selalu berpesan "quu anfusakum wa ahlikum
naaro" (jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka). Nasehat ini
merupakan ajakan/ sikap kasih sayang, dengan cara bermunajah doa untuk
keluarga.
Lalu pertanyaan sekarang adalah
bagaimana dengan orang tua tempo dulu yang sering menghukum anak-anaknya dengan
pukulan, dan kekerasan?! Buktinya banyak yang sukses jadi "tokoh",
padahal orang tuanya galak.???
Husnudzon saya, Segalak-galaknya
orang tua dulu tetaplah berdoa yang terbaik untuk anak-ananknya. Mungkin, ada
yang pernah diikat, dikunci dalam kamar, di pukul menggunakan gagang sapu,
namun itu semua tetap diimbangi dengan doa penuh kebaikan yang tulus untuk
anaknya, dan Marahnya orang dulu penuh dengan Kasih Sayang yang Ikhlas.
Wallaahu a’lam

0 Response to "Cara Mendidik Anak Ala Kiai"
Post a Comment